- (via mbeeer)
via Tumblr http://ift.tt/1kvtcwP
Walah
31℃ disini, disana bagaimana yah ?
Melintasi lautan berkilau, sebuah kapal menghilang dibawah sinar mentari. Terompetnya meniupkan tanda perpisahan. Jika aku berjalan di lereng yg lembut, apakah aku akan merasakan hembusan angin warna musim panas?. Cintaku adalah sebuah melodi, aku bernyanyi tinggi dan rendah. Cintaku adalah seekor burung camar, yg terbang melesat tinggi dan menyapu langit. Jika aku memanggilmu saat senja, akankah aku melihat mu disana sayang?. Cabang pohon bergoyang di sepanjang jalan, meninggalkan bayangan perpisahan di atas tanah. Sebuah baling-baling cuaca berbentuk ayam, sebuah gereja tua. Akankah aku melihat kota tenggelam dalam warna musim panas?. Cintaku kemarin adalah air mataku, mereka kering dan menghilang oleh waktu. Cintaku esok hanyalah sebuah ulangan, kata-kata tanpa akhir. Jika kita bertemu saat senja, maukah kau menggandeng tanganku? Dengan tanganmu?.
Di pagi senin 25° celcius ini aku merasa nyaman. Kenyamanan yang lalu terusik dengan kenangan kenangan masa lampau. Di waktu lampau yang tidak mungkin terulang kembali, dan aku juga tidak mau membayar satu sen pun untuk waktu waktu yg telah lalu.
Udara nyaman ini mengingatkan ku akan seseorang yang paling tidak suka lengket karna teriknya matahari bersinar, dan terangnya cahaya si sinar paling besar di jagat raya ini. Sinar dan panasnya membuat mu kesal, karenanya di tengah tengah pagi menuju siang 25℃ ini aku merasa rindu. Rindu riuhan mu yg kerap mengeluh hari 30℃ mu membuat tubuhmu tidak nyaman. Rindu dirimu yg sering iri dengan hari hari 25℃ ku. Rindu yg diawal menyimpulkan senyum ternyata mampu membuat hari 25℃ ku ini menjadi mendung.
Mendung yang ternyata berbuah hujan, di hatiku.
Remember the #famous #Mosque that withstood the #2004 #tsunami that hit #Indonesia alone while everything around it was wiped off?… this is the Mosque now… subhaan #Allah…
Get to know me meme: 3/5 book-to-movie adaptations » Howl’s Moving Castle
“I kinda missed you, guys. And it looks like it’s gonna rain.”
Bukan liburan yg aku butuh, tapi lepas dari jerat jerat tugas menumpuk dan keluar dari hal yang membuat ku jenuh. Lalu tidak lagi mengurusi sesuatu yg ku benci. Jangankan menangis, kepala pusing pun pasti pergi.
#Manja
Sahabat itu bagai ruang, ruang kosong tapi hangat. Semakin banyak sahabatmu semakin luas ruang itu. Semakin tulus persahabatan kita, maka akan semakin hangat ruang itu. Ruang luas itu akan membebaskan mu untuk jadi siapapun, apalagi menjadi dirimu. Jika kau lelah, kau bisa terlelap di ruang itu, kau bisa tumpahkan segalanya pada ruang itu, tangis, marah, tawa manismu. Dalam perjalananmu, ruang itu merupakan rumah kedua yg bisa kau jadikan tempat untuk pulang. Sahabat, dia adalah duniamu. Tempat yg akan selalu menerimamu, bahkan ketika dunia membuangmu. Tidak ada syarat yg bisa di tuliskan, kau tidak perlulah menjadi pemenang, atau seorang yang sangat dipuja, seorng pecundang sepertimu pun pasti akan dibukakan pintu jika mengetuk.
Karenanya, untuk semua tempatku pulang disaat pecundang ini benar benar dipecundangi, untuk hangat dan terangnya ruang bagiku tertawa dan bernafas saat dunia ini tidak menaruh wajah padaku. Terimakasih ;(
Sesungguhnya rasa memang tidak pernah memilih tempatnya jatuh. Tapi hebatnya, dia memilihkan seseorang yg harus membuat ku jatuh karena bahagia. Tidak ada beda dari judi, cinta, perasaan,dan membuka hati menjadi pertaruhan yang luar biasa tidak dapat di prediksi. Jika kau beruntung, kau bisa dapat segalanya, termasuk kebahagian, tidak jarang kebahagian dunia akhirat. Tapi jika sedang sial, bisa bisa kita rugi bandar, karena segala rasa sudah dicurahkan tapi kalah telak karena terbalas hanya sementara. Ini benar benar ibarat bisnis MLM, tawarannya begitu menggiur, sayang jika hanya pasang modal sedikit, maka untungnya bisa jadi sedikit pula, tapi ketika modal yg dipasang besar, bahkan seluruhnya yg bisa aku berikan, kau malah bawa semuanya dan buang di tepi jalan, hingga mereka memiliki tempat yg sama dengan sampah tak terdaur ulang. Karenanya, aku tidak mau lagi terlibat dalam perputaran perasaan yang tidak legal, dan tidak berlandaskan hukum yang kuat. Meskipun punya, masih ada satu dua ragu menghambat kaki ku. Tapi kini, ada yang mulai merayu, wajahnya yg kemerahan bagai tersapu ombak petang membuatku lemah untuk meragu. Polos kata katanya menyiratkan ketulusan membuatku tidak tahan. Mengapa ia begitu membius bahkan jika persahabatan kami taruhannya?
“Maaf ya, kamu jadi tahu perasaan aku sama kamu tuh seperti apa” mohonnya sambil tertunduk. Diujung katanya tergantung senyum. Menurutku itu senyum paling hangat darinya. Sorot matanya teduh layaknya sebuah pohon besar yg rimbun. Kata katanya yg tidak menuntut aku kagum. Aku ingin membelai rasanya, tapi takut terluka duri di permukaanya. Bagaimana aku tidak terbuai dalam ragu jika tenang kata katanya menyiratkan sebuah rindu akan sebuah perjalanan baru, bersamaku?
Demi pagi yang penuh dengan harapan, dan malam yang banyak didatangi wewangian. Jika memang banyak doa yang bisa Tuhan kabulkan, aku hanya minta satu saja siang ini, semoga Dia membayar lunas apa yg telah kau berikan padaku. Meski kau pintar, kau tidak pernah berpikir panjang untuk memberikan segalanya bagiku. Meski kau tidak punya apa apa, kau selalu punya sesuatu untukku, tak peduli aku meragu, kau selalu yakin bahkan selalu meyakinkan diriku. Apalagi yg bisa lebih indah dari butiran butiran ketulusan darimu?
Ini kutulis ketika aku melihat bahwa kebaikanmu begitu universal, tak mengenal hati yang berperasaan, tak peduli jika rasamu itu satu asa dengan punyaku.
Tulisan ini aku pikirkan ketika aku berpikir bahwa dirimulah selama ini pelangi yg tersembunyi di balik awan, yg diam diam mengintip dari belakang sisa sisa air hujan, menunggu untuk gilirannya memberiku harapan.
Dimana terang rembulan menghias, dia
Disitulah mentari malu malu menerbitkan senyumannya, kau, tak pernah ragu menjadi siang atau malamku yg penuh dengan semarak, jauh jauh kau pergi, tapi selalu tinggalkan wangi yang menyelimuti hari. Baru aku ketahui, setelah aku gali, jika yg terpendam menunggu untu diketahui, adalah apa yg ada dalam dirimu.
Samah is one of the first professional hijabi filmmakers in Washington, DC. She also worked on music videos with Maher Zain and other great projects.
Andaikan April datang kembali, aku tahu apa yang harus aku ambil disore itu. Jingga disuatu penghujung petang mungkin akan ku tarik, dua warna terakhir pelangi bisa saja aku pendam sendiri. Disuatu siang kau bagai embun pagi yg dingin. Tapi menghilang kala malam menghadang, membuat kulit ini dingin, dan enggan menyapa rerumputan. Tahukah kau jika semuanya berlandaskan etika maka tidak ada yg sia sia dari sikap mu selama sore dibalik pundak?
Kelelahan itu mindset, jangan diturutin. Ingat, Bung Dirman pakai satu paru-paru gerilya keluar masuk hutan dan naik turun gunung.
Nikmati kelelahan, seperti Ibnu Taimiyah, seperti Imam Ahmad, seperti Syaikh Yasin, sepertiSoekarno, seperti Hatta.
Imam Ahmad tidak hanya dipenjara, tapi disiksa dengan cambuk. Kesabaran beliau diuji selama 4 rezim. But he never quit. Imam Ahmad, suatu saat ditanya kapan seorang muslim istirahat? jawaban beliau bernas: Nanti di Surga.
Ibnu Taimiyah 7 kali dipenjara,berkali-kali diasingkan, tak pernah mengeluh lelah. Justru pengalaman beliau melahirkan keajaiban. Ibnu Taimiyah tetap tegar. Dengan keyakinan yang mantap, beliau berkata ketika dijebloskan ke penjara: “Apa yang dapat dilakukan oleh musuhku? Sesungguhnya surgaku ada di hatiku. Kemanapun aku pergi ia selalu bersamaku. Apabila aku dipenjara maka itu adalah khalwatku dengan Allah. Jika aku dibunuh itu syahadah. Jika diusir itu tamasya”
Syaikh Ahmad Yasin, kakek tua berkursi roda itu juga dipenjara. Tak berlalu hari-hari di penjara, kecuali makin bertambah penyakitnya. Syaikh Ahmad Yasin sakit, lumpuh, renta, di penjara. Tapi tekadnya tak pernah rubuh.
Soekarno dan Hatta, tak perlu lagi ditanya. Penjara demi penjara, pembuangan demi pembuangan justru makin menguhkan langkah dan menghujamkan tekad.
Seperti mereka semua, teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjuang, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Nikmati kelelahan-kelelahan, agar kau mengerti indahnya setelah perjuangan. HIngga akhirnya, kelelahan yang kau tanam bersama cita-cita saat kau tidur, akan menjadi gelora hidup yang kau tuai saat kau bangun.
*Disunting dalam sebuah buku yang berjudul “Leiden”
“Tak ada kata istirahat kecuali disurga kelak,,, bergeraklah, dan sulut lilin-lilin kecil itu untuk merangi jalanmu, hingga cahaya besar yang kelak mendominasi negri-negrimu”
#LintasanHati
#GIUNTUKUPI
#DUASIAP
#SIAP
baru tau :’)Bendera Arab Saudi
Tahukah kalian, bendera Arab Saudi tidak pernah turun setengah tiang seperti bendera-bendera negara lainnya, apapun yang terjadi termasuk wafatnya raja Saudi sendiri? Ya, ini karena dalam bendera Saudi terdapat kalimat syahadat yang merupakan kalimat tertinggi. Di mana jika bendera ini diturunkan, meski setengah tiang, akan dianggap sebagai penghinaan terhadap Islam. Oleh sebab itu, dalam momen berkabung sekalipun, bendera Arab Saudi tidak pernah diturunkan setengah tiang. Dia tetap di atas.
Well, kalimat tauhid itu tinggi dan tidak ada yang pantas untuk menyandingnya. Semoga bermanfaat.
hotincream sudah seperti lotion aja. Panasnya pun cuma diawal, persis kamu, manisnya cuma pas baru baru aja.
Lah? =,=
Aku luluh terbuai sendu. Hentakan langkahmu sungguh selalu aku tunggu. Dalam rimba yang dalam kau meragu tapi tersadar dan merasa tak perlu. Aku tahu apa yang ada dalam bayangmu. Kau menunggu dan aku juga begitu. Terkadang berpikir dosa apa kita hingga waktu terasa lamban dan daftar ini semakin panjang?
Aku tahu mengapa pagi begitu cepat pergi. Karena waktunya merindumu harus segera berlalu terlipat surya yg makin meninggi. Begitu kejamnya sains sehingga memisahkan waktu pagi kita bersama. Saat aku terbangun karna ketukan mentari mengapa kau baru akan di peluk hangatnya nafas rembulan?.
Did you know that the first university was founded by a Muslim woman?
True!
Wow!
“Aku do'akan kamu” adalah hal termanis yang diucapkan seseorang untuk kamu, menunjukkan bahwa dia peduli dan yang terpenting, dia bicara pada Allah tentangmu❤
Tanggal yang tidak mungkin diulangi, dan diingat kembali. Jangan ragu bertegur sapa sesekali. Kain yang kau rajut aku tahu kini sudah jadi. Bagaimana perasaan mu kini jika kau yang sering menyelimuti insan disebelah hati tapi sekarang kau menggigil hingga bergeremetak gigi?
Theropod Dinosaurs Could Open Their Jaws Up To 90 Degrees, UK Paleontologist Says
Ihiy ahahahaha
Surga kecil itu bernama tumpukan banyak buku. Dan Bandung memilikinya. Kota ini kini menjadi kota dimana kemungkinan-kemungkinan mulai diada-adakan, harapan-harapan yang disemoga-semogakan, kota pertama yang membuatku ingin mukim, sebab sebuah kemungkinan dan harapan yang kurapalkan berulang, bukan soal buku tapi soal lain yang hanya patut aku dan Allah yang tau, 23 Oktober 2015.
Kau, jika memang kamar ini harus kosong dan lampunya dimatikan, tolong katakan, tolong jelaskan, apapun yang kau minta atau putuskan, hanya katakan saja, jangan buat nya meragu, apakah pintu ini benar harus ditutup atau tidak. Tolong perkirakan, kau datang dengan senyuman tapi tiba-tiba menghilang seperti setan, siapa yang tidak akan menyebar selembaran orang hilang? Siapa yang tidak akan menunggumu di kamar? Siapa yang tidak akan harap-harap cemas?. Tidak butuh waktu lama sepertinya untuk mengembalikan segalanya. Tapi sepertinya kau diam dan pura pura tidak mendengar. Apa salahnya jika kau perbaiki apa yang kau rusak sehingga dia tidak terus berburuk sangka dan menuliskan kutukan?
Aku merasa kau semakin tidak nyata.
Pergi dan berenang dalam ketidakpastian. Meninggalkan dia basah dan menggigil kedinginan tanpa ada jawaban ataupun penjelasan. Kau enak saja bertolak pinggang, mungkin dirinya bagai halte bus yang kau datangi ketika membutuhkan bus dan pergi saat bus mu datang. Kau begini lagi, dahulu berlari kencang penuh semangat. Bergelimang hasrat namun tak tertumpahkan. Apa mungkin semuanya hanya ilusi semata?
Tak terasa, sudah ribuan jam kau hadir warnai rasa, dan gelisah seorang penulis. Kau mampu sebarkan wangi, dan tuliskan pedih dalam ranah peduli, tapi kau tidak tahu satu hal.
Begitupun hidupmu, aku tak bisa membayangkan berapa bintang terukir dengan namamu, tak aneh jika kau begitu istimewa, bahkan bagi hati kecil gadis ini.
Aku tahu mengapa hari ini mendung, matahari bukanlah sedang termenung, tapi dia sedang mendoakan mu. Aku sekarang tahu, mengapa hari ini hujan turun, dia pasti sedang ingin mendinginkan mu, membuatmu sejuk dan tertidur dalam rima rintikan hujan, kau pasti menyukai saat saat ini, aku paling tahu, kau tak pernah akur dengan kibasan sang surya.
Meski tinggal gambar di dalam bingkai, tapi aku benar benar bahagia kau telah lahir di dunia. Ikut serta dalam mozaik kehidupan ku, dan memberi warna padanya.
Ya, jangankan aku, dunia pun tahu, kau raja nya hari ini. Sayang, genggamlah dunia, kau adalah inti dalam perjalanan, ini semua ada dalam tanganmu, atur sebaik mungkin, busungkan dada mu, lari dan lompatlah dengan pasti, janganlah ragu, kemenangan adalah nama tengahmu.
Satu hal lagi yang pasti, penulis ini pasti akan selalu mendukungmu, dari jauh, dia melihatmu, tersenyum manis sembunyi sembunyi, tangannya akan senang tiasa timbul dalam keputusasaan mu, hangatnya akan selalu menemani.
Mungkin kau tak tahu, tapi jika suatu hari ada udara hangat menyelimutimu, kau harus tahu dialah yang meniupkannya jauh jauh hingga sampai kepadamu.
Selamat beradu tahun :D
Sepertinya jam tidur sudah tiba bagi kita. Saatnya menutup mata, mengistirahatkan jiwa. Sejak awal sudah aku peringatkan janganlah terlalu lelah. Akibatnya hari jadi terlalu cepat berakhir, matahari menjadi cepat berlalu, dan senja kian singkat tanda malam yang tak sabaran.
Kini, kau sudah terlelap, dan tinggalah aku yang bimbang, menyusulmu terbuai mimpi, atau terus melihat dirimu tidur.
Jikalah aku aku tertidur, aku harap segera terbangun dengan hari yang lain lagi, hari yang tak pernah menyentuh senja.
Karena meskipun aku tetap melihatmu, kau sudah terbangun, meski di hari yang lain.
Dan tidak akan terbangun lagi, di hariku dan harimu yang satu.
Jika gunung yang tinggi saja ku daki, dan aku yang thalasaopobia saja mau menyelami lautan. Lalu, dimananya kau meragu?
Udah susah, hasilnya malah terkadang dikecewakan.
Kau tahu aku? Aku ini dirimu, selubung waktu mengurai sendu. Jika kau mencariku, tak perlulah menyebut namaku, apalagi hingga tiga kali, tapi aku perlu gelombang datar menembus kabut, menyambar jiwa. Aku tak ragu, aku harap begitupun dirimu, aku adalah saksi dimana kau menjadi manusia yang baru, yang lain, dan lebih baik. Kau baru tahu, aku tertawa kau pun begitu, aku menangis, kau tidak tahu. Kau benar-benar candu, pelita hidup, sangkar angan-angan ku. Akan kah ada aku di ujung jalanmu? Atau justru kabut yang terus mengkungkungku?
Tetaplah begitu, teruslah melukis senyum cantikmu, lepas dan tebar lah terus tawa manismu, berlari ke setiap ujung cakrawala dan memeluk sang surya. Janganlah pergi, tetaplah disini, tapi jika memang ingin, bawalah bayang ini bersamamu, hentikan pelukan eratnya ini padaku, yang terkadang terlalu erat dan mencekik nafasku, bawa dia, tapi jika bisa tinggalkan saja, tapi lengkap dengan pemiliknya. Sirine.
Karena baginya, kau lah mentari paginya, angin sejuk penenang jiwanya, dan rembulan di kala kelam malamnya. Tetaplah tinggal, mungkin untuk seteguk atau bahkan segelas teh hangat?
Temen-temen gue juara banget hari ini curhatnya brooooo. Makasih ya udh segini nya terbuka, sebegitunya jujur, dan sepenuh nya percaya, xoxoxoxo
Weekend Hashtag Project: #WHPmakebelieve
Weekend Hashtag Project is a series featuring designated themes and hashtags chosen by Instagram’s Community Team. For a chance to be featured on the Instagram blog, follow @instagram and look for a post announcing the weekend’s project every Friday.
The goal this weekend is to explore your imagination and make photos and videos that capture out-of-this-world moments in everyday life. Here’s how to get started:
- Dream up a fantasy world and bring it to life through staging a scene with creative costumes or props, or look for naturally occurring moments around you that appear to be defying reality in some way.
- Use light to your advantage. For example, especially dramatic lighting or photographing at dawn or dusk can help add a dreamlike quality to your images.
- Pay attention to your setting. Look for outdoor scenes that may resemble another planet, or transform your own home into an imaginary scene inspired by another place or time.
PROJECT RULES: Please add the #WHPmakebelieve hashtag only to photos and videos taken over this weekend and only submit your own visuals to the project. Any tagged photo or video taken over the weekend is eligible to be featured Monday.
Introducing the New Lomo'Instant Wide — The World’s Most Creative Instant Wide Camera & Lens System
They say there’s a first time for everything and with the Lomo’Instant Wide, that couldn’t be more accurate. Combining high quality craftsmanship with versatile features, the Lomo’Instant Wide is the instant camera for any and every person who revels in capturing every beautiful, bizarre and bewildering moment in a creative, super wide, crisply sharp and perfectly exposed way.
Aku menulis, hanya karena pendengaran mu tidak terlalu baik. Jadi bacalah, tapi kalau bisa, dengarkan lah, lalu mengertilah.
Tertarik ku pada senja, mengikuti mu dalam diam. Jangan saja hingga fajar datang, atau mentari sudah diam di sangkarnya. Dari dulu hingga sekrang, senyum itu yang menjauhkan ku dari bahaya nya kegelisahan. Sungguh, hanya tawa itu yang selalu membuangku pada keriuhan kalbu, dan penuhnya impian. Tak peduli apa yang ada di ujung jalan, jalan ini yg akan selalu tapaki. Hingga akhir hayat mentari.
Meski riak tak berbalas. Hati hidup tapi berlaga hilang. Debur ombak tak terbendung. Jejak kaki menjadi semu. Dan bayangmu merajuk. Rembulan tahu, mentari pun setuju, bintang ikut mendukung. Jika diam, dan menunggu bisa jadi satu.
Irama jiwa seragam cahaya rembulan Detakan nadi bersahutan berbayang jelas
Kau bersemi, tapi tak indah Hingga sekarang, kau hanyalah fatamorgana
Aku kesal karena hitungan ini terus bertambah 1 minggu, 2 minggu, 3 bulan atau kah mungkin hingga 1 tahun ?
Buat aku tidak begini lagi, Tolong, hanya kau yg bisa melakukannya Menunggu atau tidak menunggu tidak masalah Tapi beri suatu penekanan, dititik ini kita akan sampai
Buat aku mengerti, Apa yg menyebabkan hujan terus berdecik Mengapa pelangi tidak kunjung menghiasi langit Dan mentari tak tersenyum lagi
Kau yang ambil peran Disaat nadir berpindah arah, kau yg jadi tujuan Hanya keluarkan kata Mengapa atau bagaimana
Beri aku jejak Atau petunjuk Teruslah kepung aku dengan wangi mu Agar aku tau, mana yg harus aku ambil.
Jangan biarkan aku terus memangku tangan berisi harapan nihil Aku sudah menelusuri jalanan kecil kami, dan selalu licin karena lumpur Mengapa kau tutup semua pintu jika di awal kau yang mengetuk?
Pagi hari tak pernah sama Karna rembulan berbalik terganti kicauan mentari
Jangan sampai lembaran jiwa ini bersahutan, tanpa ada kata sepakat
First, reciting the Qur’aan while pondering over its meanings and what is meant by it.
Second, getting closer to Allaah by performing voluntary deeds after completing obligatory deeds. This is as is stated in a hadeeth qudsi:
“My slave continues getting closer to Me by performing voluntary deeds until I love him.”
Third, continual remembrance of Allaah under all circumstances, with one’s tongue, heart and actions. The extent of one’s love of Allaah is determined by this.
Fourth, giving precedence to what He loves over what you love when you are overtaken by your desires.
Fifth, the heart being avid of Allaah’s Names, and Attributes and the heart roaming in that garden of knowledge.
Sixth, observing Allaah’s kindness, goodness and bounties, both hidden and open.
Seventh, and this is the most wonderful, the heart being soft, subdued and meek before Allaah.
Eighth, being alone with Allaah during the time when the Lord descends during the last portion of the night while reading His Book and ending that by asking for forgiveness and repenting.
Ninth, sitting with the beloved and sincere, benefiting from the most fruitful of their speech. And not to speak unless speaking is more beneficial and you know that it will improve your state and be beneficial to others.
Tenth, remaining away from every cause that comes between the heart and Allaah.
From: Madarij as-Saalikeen (3/17-18) by Ibnul-Qayyim al-Jawziyyah
Aku menggerayang,
Ku teguk ludah sudah kepalang
Terlalu banyak diam, aku tak tahan
Menahan amarah, aku kenyang
Bisikan bisikan ini bermain kata
Aku tidak bisa lagi, hal ini sudah di luar batas pemikiran ku
Pergi jauh dari ranah kesabaran ku
Jatuh ke dalam bayang bayang hitam hati ku
Surah Al-Hashr سورة الحشر
He is Allah , other than whom there is no deity, Knower of the unseen and the witnessed. He is the Entirely Merciful, the Especially Merciful. (Verse 22)
He is Allah , other than whom there is no deity, the Sovereign, the Pure, the Perfection, the Bestower of Faith, the Overseer, the Exalted in Might, the Compeller, the Superior. Exalted is Allah above whatever they associate with Him. (Verse 23)
He is Allah , the Creator, the Inventor, bestower of beauty; to Him belong the most beautiful names. Whatever is in the heavens and earth is exalting Him. And He is the Exalted in Might, the Wise. (Verse 24)