Sesungguhnya rasa memang tidak pernah memilih tempatnya jatuh. Tapi hebatnya, dia memilihkan seseorang yg harus membuat ku jatuh karena bahagia. Tidak ada beda dari judi, cinta, perasaan,dan membuka hati menjadi pertaruhan yang luar biasa tidak dapat di prediksi. Jika kau beruntung, kau bisa dapat segalanya, termasuk kebahagian, tidak jarang kebahagian dunia akhirat. Tapi jika sedang sial, bisa bisa kita rugi bandar, karena segala rasa sudah dicurahkan tapi kalah telak karena terbalas hanya sementara. Ini benar benar ibarat bisnis MLM, tawarannya begitu menggiur, sayang jika hanya pasang modal sedikit, maka untungnya bisa jadi sedikit pula, tapi ketika modal yg dipasang besar, bahkan seluruhnya yg bisa aku berikan, kau malah bawa semuanya dan buang di tepi jalan, hingga mereka memiliki tempat yg sama dengan sampah tak terdaur ulang. Karenanya, aku tidak mau lagi terlibat dalam perputaran perasaan yang tidak legal, dan tidak berlandaskan hukum yang kuat. Meskipun punya, masih ada satu dua ragu menghambat kaki ku. Tapi kini, ada yang mulai merayu, wajahnya yg kemerahan bagai tersapu ombak petang membuatku lemah untuk meragu. Polos kata katanya menyiratkan ketulusan membuatku tidak tahan. Mengapa ia begitu membius bahkan jika persahabatan kami taruhannya?
“Maaf ya, kamu jadi tahu perasaan aku sama kamu tuh seperti apa” mohonnya sambil tertunduk. Diujung katanya tergantung senyum. Menurutku itu senyum paling hangat darinya. Sorot matanya teduh layaknya sebuah pohon besar yg rimbun. Kata katanya yg tidak menuntut aku kagum. Aku ingin membelai rasanya, tapi takut terluka duri di permukaanya. Bagaimana aku tidak terbuai dalam ragu jika tenang kata katanya menyiratkan sebuah rindu akan sebuah perjalanan baru, bersamaku?
via Tumblr http://ift.tt/1Nc9YVa
0 komentar:
Posting Komentar