Minggu, 20 September 2015
wishcandy: Cut it out (study) by wishcandy
Sabtu, 19 September 2015
Yang salah sekarang adalah gue yg ga pake cara lama. Yang ga menjadi diri sendiri, dan mencoba...
Yang salah sekarang adalah gue yg ga pake cara lama. Yang ga menjadi diri sendiri, dan mencoba melampaui orang lain, tidak dengan gaya sendiri.
via Tumblr http://ift.tt/1MjR9km
Selubung waktu menyelimuti, Menghentikan denyut gerakan mu Wangi hujan mengantarkan ku Jalan jalan...
Selubung waktu menyelimuti,
Menghentikan denyut gerakan mu
Wangi hujan mengantarkan ku
Jalan jalan sepi, penuh batu kecil
Aku mencari, kau tak disini
Mungkin kau di atas tebing
Dan aku di atas bulan
Menantimu sungguh hati tak karuan
Waktu berlalu serasa rajam berbisa
Suara dentuman rasa bosan memekikan
Kegelapan di lorong mencengkram rasa
Entah kapan detik jam mempertemukan
via Tumblr http://ift.tt/1NDCiTa
Ketika rembulan datang, siang enggan menyapa Ketika kabut menipis, matahari mengejar, langit...
Ketika rembulan datang, siang enggan menyapa
Ketika kabut menipis, matahari mengejar, langit bersembunyi
Sungguh selalu aku tunggu
Terbitnya surya, datangnya rembulan, dinginnya kabut, teduhnya langit.
Karna walaupun sejuta bintang bersarang di angkasa,
Meski puluhan pelangi berjuntai
Atau semilir angin menemani
Berbeda, dan tidak cukup menandingi kehadiran Nya kan?
via Tumblr http://ift.tt/1iEVLbe
Jumat, 18 September 2015
Aku ingin lepas dari ketidak pastian Menari di atas awan Terbang diantara bayangan para raja Dan...
Aku ingin lepas dari ketidak pastian
Menari di atas awan
Terbang diantara bayangan para raja
Dan tidur siang dlm buaian Tuhan
via Tumblr http://ift.tt/1F6bDxn
Kamis, 17 September 2015
Seolah batu, napak tilasmu menancap di benak nya Seolah karang, kau cambukan rasa itu ke tempat yg...
Seolah batu, napak tilasmu menancap di benak nya
Seolah karang, kau cambukan rasa itu ke tempat yg salah
Kau mengerti apa yg aku buat untukkmu, dan kau juga begitu tahu bagaimana membuang nya, menyatukan nya dengan sesama sampah lainnya
Kau, bagai sebuah pohon tinggi berdaun lebat, penuh dengan ilmu dan kaya akan pengalaman.
Namun kau kecewakan serangga ini hingga keluar dari peradabannya
Kau coba menghilang namun bau saat hujan turun membimbing ku
Menemui mu bagai membuka kotak pandora, membukanya akan menggelapkan mata, menahannya membuat harapan lepas
Ini sebuah keyakinan, dimana hati ini yg dipertaruhkan, jiwa ini bayarannya.
Dan kau keluar dari ruang judi seolah menang, lihat tanganmu terpampang di pinggang
Melihatku sembari menyeringai, dan pergi tinggalkan neraka.
via Tumblr http://ift.tt/1MfJG5P
Bagaimna rasanya menjadi seorang pria? Menyenagkah membuat seorang wanita ragu berbuat? Ragu...
Bagaimna rasanya menjadi seorang pria?
Menyenagkah membuat seorang wanita ragu berbuat?
Ragu memendam rasa?
Dan ragu dalam berkata?
Terkadang aku membuat peta, mencoba petakan alur pikirmu.
Memprediksi kemana kau akan pergi setelh ini.
Ke padaku kah?
Atau jauh dri pandangan ku?
Luput dari hiruk pikuk pertanyaan ku?
Atau melayang diketinggian?
via Tumblr http://ift.tt/1OBetfQ
Apakah sulit? Jika hati ini masih saja tertambat pesona mu? Bias bias wajahmu selalu bisa menghapus...
Apakah sulit? Jika hati ini masih saja tertambat pesona mu?
Bias bias wajahmu selalu bisa menghapus rona sedih di wajahku
Sayup sayup suara mu hebatnya dapat menenangkan pertengkaran urat syaraf ku
Gelak tawa mu aku heran, bisa saja memancing bibirku sunggingkan senyum
Kau jauh, begitu jauh, bahkan diluar dari planet ku. Namun hangat hati mu seakan tidak butuh medium untuk merambat, merayu kosongnya hati ini
Kau, sejak dulu saja selalu begitu, berpangku tangan, mengawasi sekitar, kau tak tahu sesuatu luput dri benak mu
Kali ini aku benar benar jauh, dan tidak bisa lagi ada dalam dunia imanjinasi ku bersama mu.
Kau lepas dan jatuh begitu dalam. Dan aku buta lagi tak dpt teriak.
Hingg kini atau lain kali, aku tak dpt peduli lagi, aku tak dapat berjalan tegak lagi
Karna kau, sudah jauh.
Jauh tertanam begitu menancap, dalam ruang hati
Ruang hati yg bukan milikku.
via Tumblr http://ift.tt/1MfJG5L
Terjebak kau dalam warna Menari kau di udara Dalam siang kau merana Dalam malam tawa tercerai Hanya...
Terjebak kau dalam warna
Menari kau di udara
Dalam siang kau merana
Dalam malam tawa tercerai
Hanya rembulan yang tahu sejarahnya
via Tumblr http://ift.tt/1iReGiL
Senin, 14 September 2015
Malam gelap malam
Malam, suatu masa dimana rintikan hujan terdengar seperti genderang perang.
Suatu zaman dimana mahluk mahluk liar nan ganas bertebaran sebarkan bahaya
Tipikal waktu yang membuat mu kabur, lari, menjauh, menabrak aral rintangan, melaju secepat kilat, menegok sesekali sambil mencuri nafas
kau tidak tahu seberapa banyak tersandung batu batu jalanan
Yang kau tahu jika didepan ada jalan, kesempatan menghilang dari kejaran detik jam jadi nyata
via Tumblr http://ift.tt/1OpZtBm
Minggu, 13 September 2015
Apakah ini akhir yang bahagia? Mendengar mu ucapkan janji setia, suatu pengharapan, destinasi...
Apakah ini akhir yang bahagia?
Mendengar mu ucapkan janji setia, suatu pengharapan, destinasi singkat kehidupan, impian semua perempuan, hal yang nantinya diperjuangkan bersama.
Ataukah suatu jalan menuju kesedihan berkepanjangan, dan awal mula dari penghianatan?
Atau seruan? Jika kata kata pria tidak untuk kita pegang…
via Tumblr http://ift.tt/1LrLVQB
Kau sepertinya berusaha keras, membuat aku hilang harapan. Bersemayam di antara barisan kegagalan....
Kau sepertinya berusaha keras, membuat aku hilang harapan.
Bersemayam di antara barisan kegagalan.
Kau coba hilangkan kesempatan di segala arah.
Kau melihat ku dari kejauhan, tertawa puas sembari menahan air mata.
Kau cinta yang sangat kurindukan. Pelangi di wajahmu, rembulan di tanganmu.
Menari tepiskan rindu
Jauh sebelum kau bangun, tatapan itu yg selalu aku tunggu.
Kemana takdir ini akan berpihak, jatuh ke dalam tajamnya perangkap mu? Atau dengan gila pergi menemaniku?
Dalam sepi aku mendengar, dalam gelap aku melihat, kau tidak merindukanku.
via Tumblr http://ift.tt/1OMZ9dK
"Your spouse was destined for you even before this universe was created. Your soul has waited since..."
- Within this Soul (via islamicgirl)
via Tumblr http://ift.tt/1KfBzT0
Pemuda yang sangat Tua
Kau pemuda
Tapi…
Bayanganmu selalu jatuh tak jauh di belakangmu
Sinarmu pedar, terkena panasnya ketidakpastian
Kau pemuda tertua yang pernah ku lihat
Waktumu hilang banyak, ditelan segunung besar kemalasan
Belasan tahun terinjak begitu saja tanpa banyak karya
Tangan tangan itu terlihat begitu kuat namun miskin cambukan
Tubuh tegap sehat namun kurang pengalaman
Kaki kaki nya selalu dilipat, telapaknya kurang diberi pendidikan, tak pernah diajak melihat dunia.
Dunia yang kini jauh dari kata indah, damai, dan ramah.
Dunia yang didalam perutnya penuh dengan tunas
Yang pemudanya hanya selalu menunggu buah jatuh dari pohonnya
Wahai pemuda, kau masih begitu muda, tapi jauh didalam jiwa dan raga mu, kau sudah di telan kelamnya malam, kau berada jauh di sebrang sungai, kau berada dalam tidur panjang di dalam tanah.
Sialnya, hanya saat menjadi engkau, segalanya dapat terbalik, dapat kembali, hanya saja saat malam tidak menjadi terlalu malam, atau saat kau masuk jauh ke dalam hutan, atau sudah sangat terlelap dalam buaian Tuhan.
via Tumblr http://ift.tt/1F6orDs
inspiringmuslimwomen: Dana Arabiyat: the 15 year-old who...
Dana Arabiyat: the 15 year-old who designed a satellite that gets rid of Space Junk. Read more on her cool invention.
via Tumblr http://ift.tt/1EVt0AO
Seperti apa kesungguhan itu? Bagaimana bentuknya? Bagaimana wanginya? Siapa pelakunya? Apakah batu...
Seperti apa kesungguhan itu?
Bagaimana bentuknya?
Bagaimana wanginya?
Siapa pelakunya?
Apakah batu yang terkunur didalam tanah? Ataukah sambaran kilat?
Bagaimana tindak tanduknya?
Menepis kabut yang membuat semuanya menjadi dingin juga tak jelas.
Bagai bintang yang tak bisa bersinar sendiri, apakah kau menyeringai setiap sudut hati yang kau isi ini?
Seperti apakah kesungguhan?
Apakah benar adanya?
Jadikah semuanya nyata?
Atau kah hanya senandung di atas bulan?
via Tumblr http://ift.tt/1EVt03N
Jijay
Kemana perginya wahai cinta
Kau mazukan aku ke dalam dunia mu yg nyata
Tapi menghindarkan ku dari kepaztian
Dimanaa letak wewanginya dirimu wahai cintaa
Jika luka menganga ini mazih teruz saza mengeluarkan darah
Darah berubah, menjelma menjadi nanah
Nanah yang mematikan raza buat hati hilang kepekaan
Asa geleuh puisi teh, karenanya kusematkan kata ‘jijay’ pada kepalanya
via Tumblr http://ift.tt/1UP8iV6
Rabu, 09 September 2015
Selasa, 08 September 2015
Mengeluh seakan sikat yang dapat membersihkan hatiku dari kotoran. Namun, sama seperti baju yg terlalu sering disikat, lama kelamaan rombeng pula.
via Tumblr http://ift.tt/1KCiuk5
Apa yang kau harapkan dari benalu di samping pagar rumah mu ini? Dari semua tanaman mengapa kau...
Apa yang kau harapkan dari benalu di samping pagar rumah mu ini?
Dari semua tanaman mengapa kau melirik gulma yg satu ini?
Pakai saja air itu untuk menyiram mawar wangi di depan teras, seperti apa yg dulu penghuni rumah sebelumnya lakukan.
Bagai dandelion yang menerbangkan bunga bunganya, bagai angin sore hari yg menggelitik jati emas hingga berguguran daunnya. Kau, sungguh tidak tahu kebenarannya.
Kau,
via Tumblr http://ift.tt/1KCiu3J
Senin, 07 September 2015
Terjerembab dalam tugas memang menyebalkan. Terkadang tekanannya menghetikan denyut kreatifitas. Cekikannya menutup pintu kebebasan. Berhasil keluar hidup hidup dari jeratannya bisa jadi merupakan kebebasan yg paling melegakan.
via Tumblr http://ift.tt/1EPIgPh


