Seolah batu, napak tilasmu menancap di benak nya
Seolah karang, kau cambukan rasa itu ke tempat yg salah
Kau mengerti apa yg aku buat untukkmu, dan kau juga begitu tahu bagaimana membuang nya, menyatukan nya dengan sesama sampah lainnya
Kau, bagai sebuah pohon tinggi berdaun lebat, penuh dengan ilmu dan kaya akan pengalaman.
Namun kau kecewakan serangga ini hingga keluar dari peradabannya
Kau coba menghilang namun bau saat hujan turun membimbing ku
Menemui mu bagai membuka kotak pandora, membukanya akan menggelapkan mata, menahannya membuat harapan lepas
Ini sebuah keyakinan, dimana hati ini yg dipertaruhkan, jiwa ini bayarannya.
Dan kau keluar dari ruang judi seolah menang, lihat tanganmu terpampang di pinggang
Melihatku sembari menyeringai, dan pergi tinggalkan neraka.
via Tumblr http://ift.tt/1MfJG5P
0 komentar:
Posting Komentar