Kamis, 17 September 2015

Seolah batu, napak tilasmu menancap di benak nya Seolah karang, kau cambukan rasa itu ke tempat yg...

Seolah batu, napak tilasmu menancap di benak nya

Seolah karang, kau cambukan rasa itu ke tempat yg salah

Kau mengerti apa yg aku buat untukkmu, dan kau juga begitu tahu bagaimana membuang nya, menyatukan nya dengan sesama sampah lainnya

Kau, bagai sebuah pohon tinggi berdaun lebat, penuh dengan ilmu dan kaya akan pengalaman.

Namun kau kecewakan serangga ini hingga keluar dari peradabannya

Kau coba menghilang namun bau saat hujan turun membimbing ku

Menemui mu bagai membuka kotak pandora, membukanya akan menggelapkan mata, menahannya membuat harapan lepas

Ini sebuah keyakinan, dimana hati ini yg dipertaruhkan, jiwa ini bayarannya.

Dan kau keluar dari ruang judi seolah menang, lihat tanganmu terpampang di pinggang

Melihatku sembari menyeringai, dan pergi tinggalkan neraka.



via Tumblr http://ift.tt/1MfJG5P

0 komentar:

Posting Komentar