Sahabat itu bagai ruang, ruang kosong tapi hangat. Semakin banyak sahabatmu semakin luas ruang itu. Semakin tulus persahabatan kita, maka akan semakin hangat ruang itu. Ruang luas itu akan membebaskan mu untuk jadi siapapun, apalagi menjadi dirimu. Jika kau lelah, kau bisa terlelap di ruang itu, kau bisa tumpahkan segalanya pada ruang itu, tangis, marah, tawa manismu. Dalam perjalananmu, ruang itu merupakan rumah kedua yg bisa kau jadikan tempat untuk pulang. Sahabat, dia adalah duniamu. Tempat yg akan selalu menerimamu, bahkan ketika dunia membuangmu. Tidak ada syarat yg bisa di tuliskan, kau tidak perlulah menjadi pemenang, atau seorang yang sangat dipuja, seorng pecundang sepertimu pun pasti akan dibukakan pintu jika mengetuk.
Karenanya, untuk semua tempatku pulang disaat pecundang ini benar benar dipecundangi, untuk hangat dan terangnya ruang bagiku tertawa dan bernafas saat dunia ini tidak menaruh wajah padaku. Terimakasih ;(
via Tumblr http://ift.tt/1TS2n2G
0 komentar:
Posting Komentar