Senin, 30 November 2015

Ini kutulis ketika aku melihat bahwa kebaikanmu begitu universal, tak mengenal hati yang...

Ini kutulis ketika aku melihat bahwa kebaikanmu begitu universal, tak mengenal hati yang berperasaan, tak peduli jika rasamu itu satu asa dengan punyaku.
Tulisan ini aku pikirkan ketika aku berpikir bahwa dirimulah selama ini pelangi yg tersembunyi di balik awan, yg diam diam mengintip dari belakang sisa sisa air hujan, menunggu untuk gilirannya memberiku harapan.
Dimana terang rembulan menghias, dia
Disitulah mentari malu malu menerbitkan senyumannya, kau, tak pernah ragu menjadi siang atau malamku yg penuh dengan semarak, jauh jauh kau pergi, tapi selalu tinggalkan wangi yang menyelimuti hari. Baru aku ketahui, setelah aku gali, jika yg terpendam menunggu untu diketahui, adalah apa yg ada dalam dirimu.



via Tumblr http://ift.tt/1SsFJNc

0 komentar:

Posting Komentar