Kelelahan itu mindset, jangan diturutin. Ingat, Bung Dirman pakai satu paru-paru gerilya keluar masuk hutan dan naik turun gunung.
Nikmati kelelahan, seperti Ibnu Taimiyah, seperti Imam Ahmad, seperti Syaikh Yasin, sepertiSoekarno, seperti Hatta.
Imam Ahmad tidak hanya dipenjara, tapi disiksa dengan cambuk. Kesabaran beliau diuji selama 4 rezim. But he never quit. Imam Ahmad, suatu saat ditanya kapan seorang muslim istirahat? jawaban beliau bernas: Nanti di Surga.
Ibnu Taimiyah 7 kali dipenjara,berkali-kali diasingkan, tak pernah mengeluh lelah. Justru pengalaman beliau melahirkan keajaiban. Ibnu Taimiyah tetap tegar. Dengan keyakinan yang mantap, beliau berkata ketika dijebloskan ke penjara: “Apa yang dapat dilakukan oleh musuhku? Sesungguhnya surgaku ada di hatiku. Kemanapun aku pergi ia selalu bersamaku. Apabila aku dipenjara maka itu adalah khalwatku dengan Allah. Jika aku dibunuh itu syahadah. Jika diusir itu tamasya”
Syaikh Ahmad Yasin, kakek tua berkursi roda itu juga dipenjara. Tak berlalu hari-hari di penjara, kecuali makin bertambah penyakitnya. Syaikh Ahmad Yasin sakit, lumpuh, renta, di penjara. Tapi tekadnya tak pernah rubuh.
Soekarno dan Hatta, tak perlu lagi ditanya. Penjara demi penjara, pembuangan demi pembuangan justru makin menguhkan langkah dan menghujamkan tekad.
Seperti mereka semua, teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjuang, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Nikmati kelelahan-kelelahan, agar kau mengerti indahnya setelah perjuangan. HIngga akhirnya, kelelahan yang kau tanam bersama cita-cita saat kau tidur, akan menjadi gelora hidup yang kau tuai saat kau bangun.
*Disunting dalam sebuah buku yang berjudul “Leiden”
“Tak ada kata istirahat kecuali disurga kelak,,, bergeraklah, dan sulut lilin-lilin kecil itu untuk merangi jalanmu, hingga cahaya besar yang kelak mendominasi negri-negrimu”
#LintasanHati
#GIUNTUKUPI
#DUASIAP
#SIAP
via Tumblr http://ift.tt/1OY6Phd
0 komentar:
Posting Komentar