Rabu, 28 Oktober 2015

Jangan coba mendengar, karena aku tak terlihat

Kau tahu aku? Aku ini dirimu, selubung waktu mengurai sendu. Jika kau mencariku, tak perlulah menyebut namaku, apalagi hingga tiga kali, tapi aku perlu gelombang datar menembus kabut, menyambar jiwa. Aku tak ragu, aku harap begitupun dirimu, aku adalah saksi dimana kau menjadi manusia yang baru, yang lain, dan lebih baik. Kau baru tahu, aku tertawa kau pun begitu, aku menangis, kau tidak tahu. Kau benar-benar candu, pelita hidup, sangkar angan-angan ku. Akan kah ada aku di ujung jalanmu? Atau justru kabut yang terus mengkungkungku?



via Tumblr http://ift.tt/1KEDK2b

0 komentar:

Posting Komentar