Sabtu, 03 Oktober 2015

Kau sungguh benci yang tak ku harapkan. Melihat kau pergi tinggalkan zaman, dan tidak berkata...

Kau sungguh benci yang tak ku harapkan. Melihat kau pergi tinggalkan zaman, dan tidak berkata hingga kapan, aku tahu satu hal. Kau benar benar hidup untuk itu. Aku tau jika harapan ini tidak mengandung satu huruf pun, tanpa satu angka pun, hanyalah tanda tanya besar yg timbul. Tapi kau menghidupi nya, dan aku menyelam ke dalam nya. Yang tersisa hanyalah lembaran kertas kosong sekarang. Berlembar lembar tapi miskin makna. Kau sungguh kepergian yang ku takutkan. Meski rembulan tidak berdusta, Bintang bercerita Angin menenangkan Kau seolah memegang semuanya, ketika kau tidak ada, maka lepas lah angan angan. Ini sama saja dengan percuma, pikiran ku menerawang, awan gelap menjelaskan, apakah kata kata ini nyata?



via Tumblr http://ift.tt/1Ro7w0X

0 komentar:

Posting Komentar