tak pernah aku sepercaya diri ini melihat punggung fahlil. melihat dia sesekali berpaling, senyum, bahkan tertawa. secara kasar, wajah fahlil mirip pantat penggorengan, halusnya wajah fahlil benar-benar pantat semua.
sudah hampir 2 tahun rasa penasaranku menggelayang. fahlil, selalu menutupnya ketika dia hendak menutupi wajahnya. terkadang rasa penasaran itu bercampur kecurigaan, dan ku selalu kerahkan mereka berdua menyerang fahlil dengan kecepatan 3*10^8 m/s. dengan mudahnya fahlil menggiring mereka jauh jauh dari dirinya, kembali padaku dengan tangan hampa. fahlil tahu aku berslimut sejuta khawatir, fahlil tahu aku hanya butuh kata kata kepastian darinya, dan fahlil tahu tak harus lah dia capai capai menepatinya. karenanya, senyum adalah gambaran fahlil yang pertama, dan tak setia mnejadi cap utamanya.
22nd may
via Tumblr http://ift.tt/2qJOUnK
0 komentar:
Posting Komentar