Fahlil, terkadang hawa malas membuatku lembali mengenang nya. Betapa aku ingin sekali ada di atas fahlil, memperlihatkan kepadanya jika aku tak sebodoh apa yg fahlil pikir terhadapku, memperlihatkan jika Tuhan lebih sayang padaku dan aku tidak salah apapun padanya.
Kenyataan nya, fahlil selalu lebih diatasku, membuatku berhipotesa jika Tuhan lebih sayang padanya, pada fahlil yang sudah mengambil segalanya dari sini.
Disaat saat terpuruk seperti ini saat saat yg paling sulit menerima kepergian fahlil, dan masa ini akan mudah terlewati jika keterpurukan dalam hidup ku pergi.
Meski jadi lebih baik, di dalam hati aku tetap merasa buruk pada fahlil.
Disitulah aku tahu jika aku memang tidak bisa lebh baik dari fahlil.
Piggy
via Tumblr http://ift.tt/2qy4qo2
0 komentar:
Posting Komentar