Sekali lagi aku terjebak di rak yang sama.
Salah satu alasan baca buku yang aneh, bukan karena Italo svevonya, atau latar belakang ceritanya.
Bukan juga karena covernya.
Dibuku ini serasa aku membuka halaman buku harian yang tertulis rapi mungkin sekitar satu tahun yang lalu Aku tutup.
Yang jika kau buka tiap halamannya, mungkin tidak ada satu katapun yang seibu dengan buku harian itu.
Tiap lembarnya entah kenapa mengingatkan pada masa lalu, dan harumnya selalu membangunkan memoar, Lalu? Mengapa setiap aku kemari, hanya buku ini yang aku tuju?
Duh ga pernah belajar =_=
via Tumblr http://ift.tt/2aNKQtb
0 komentar:
Posting Komentar