Aku berteriak dalam keheningan. Sebuah suara menjawabku kadang-kadang.
Kesedihan sepi menyelubungi, kadang-kadang. Suaramu menepi, hilangkan sepi, sinarkan sedih.
Ketika dunia terdiam, menarik tangan. Kau disini. Suaramu menemani hati ini. Mengusir diam, hadirkan tawa.
Tapi hatimu, bukan diriku yg menemani.
Duniamu, bukan aku yang menerangi.
Sepimu, bukan aku yang tangani.
Kau tahu, dia?
Aku pergi, karna tak ada arti. Kau memang tidak selamanya disini. Kau pula tidak perlu pergi karena kau pun tak pernah benar-benar disini.
Siapa aku? Kau tak butuh, meskipun aku tak begitu. Siapa yang pergi, dan siapa yang tinggal, benar-benar tidak tahu, karena sesungguhnya tempat ini tak pernah dibangun.
Kau, mengisi hatiku, yang tak pernah penuh, karna dua benda ini tak pernah akur.
Ya, milikmu, adalah miliknya. Dan aku? Sedikitpun tak ambil peran.
Ceritaku, mengenaimu membuatku malu. Aku berteriak pada sebuah tempat yg salah. Karna tempat itu tidak lagi kosong. Bahkan sudah bertahun tahun lamanya.
via Tumblr http://ift.tt/1vtHZYl
0 komentar:
Posting Komentar