Yang pada awalnya selalu membuang muka, bahkan mengerang, merasa terkhianati karena tempat ku pulang malah membuat hati semakin sesak, karena ternyata dirumah itu pula asap menggulung gulung kehitaman.
Tapi rasa sesak, dan asap itu memang hanya buaian hati yang ingin dimanja.
Ketika dikuatkan dan bersihkan dari kotoran, setiap ku pulang, disini, aku tidak hanya mengingat yang maha Besar, tapi juga mengingat yang selalu saja aku ingat ingat. Dimana dia tidak boleh aku ingat tapi aku yang hanya manusia biasa yang ketika mengingatnya itulah yang selalu aku inginkan.
Saat ini
Ketika dimana tempatku bersandar dan mencari penghiburan, malah mempertemukanku padaNya, dan cipataanNya yang selalu ingin aku dapatkan.
Astagfirullahvia Tumblr http://ift.tt/2vQkiB0
0 komentar:
Posting Komentar